Senjatanya adalah Inovasi

Ketika Amazon memperkenalkan produk atau layanan baru, pesaingnya turut mengawasi. hal ini karena produk baru amazon merupakan tantangan bagi para pesaingnya.

Cara Sederhana Mencapai Kemenangan Amazon menjual Kindle, Fire tablet, dan Fire phone dengan harga murah. Namun, hal ini dapat mendorong pelanggan untuk membeli kontennya, seperti buku, film, dan musik.

Scanner Supermarket Sebuah scanner dash yang bagus karena dapat mendeteksi produk serta menawarkan saran belanja di toko Amazon.

Pemanfaatan Drone ini adalah rencana gila Bezos untuk memproses pembelian online dengan lebih cepat. Algoritma yang ada harus memperkirakan setiap pembelian, mendetaksi toko-toko lokal, dan drone Amazon akan melakukan pengiriman.

6.000 Member Sehari

Hanya dalam waktu sekitar dua minggu, group di Facebook ini tembus jumlah anggota sampai 100 ribu lebih. Dalam sehari, bisa ada ratusan posting yang diikuti dengan ribuan Like dan Comment. Mereka mem-posting dan mengomentari tulisan, gambar, atau video yang membuat mereka tersenyum atau malah tertawa terbahak-bahak karena emosinya tersentil kenangan lama di tahun 80-an atau 90-an. Ya, itu dia Facebook Group yang berjuluk Hits From 80s & 90s.

Baca juga : Net89

Group ini sangat fenomenal. Saat tulisan ini diselesaikan, sudah ada 106.337 member, padahal baru berdiri 5 September 2014. Dua ribuan orang datang pada saat kopi darat pertama pada 19 September. Postingan dari member terus mengalir seperti air bah, bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Kali ini kita akan berbincang secara eksklusif dengan Mas Nicko Krisna, seorang co-founder dari Opti-one, sebuah perusahaan konsultan digital creative, yang merupakan inisiator group tersebut.

Kewalahan nggak Mas Nicko, dengan posting yang membanjir dan komentar yang membludak?

Hahaha iya jelas kewalahan kalau di-handle sendiri. Tapi akhirnya saya minta bantuan teman-teman kantor buat jadi admin setelah jam kerja. Kebetulan saya punya agency sendiri, jadi ya sudah, para partner, karyawan saya dan anak-anak kantor bergotong royong. Mereka saya minta mengatur lalu lintas postingan-postingan agar tetap nyaman menjadi wadah bersama, misalnya menghapus postingan yang berbau sara, vulgar, pokoknya yang berpotensi memicu kerusuhan. Karena kan memang ini cuma buat have fun ya, buat hepi-hepi doang. Kalau sampai ada yang rusuh kan jadi nggak enak.

Berarti begadang dong Mas?

Hahaha begadang mah enggak ya. Kalau dijagain 24 jam terusmenerus juga stress kali, hahaha… Nggak tahu ya, kayanya ini memang sebuah fenomena saja, lagi pas saja timing-nya. Apakah bisa tahan lama atau tidak, saya juga ngga tahu. Ini juga kan “by accident” ya, nggak nyangka juga kalau peminatnya bisa membludak sampai ratusan ribu gini. Awalnya aku cuma iseng bikin grup di Facebook, lalu masukin flm jadul “Gejolak Kawula Muda” dari Youtube, video klipnya Linear yang “Spending All My Love”, dan fotofoto Blok M jaman dulu. Terus, aku invite teman-teman yang kenal.

Lama-kelamaan peminatnya meningkat. Ketika member-nya mencapai ratusan saya ngomong gini, “Kalau anggotanya bisa mencapai 1000, aku bikinin event kopi darat (kopdar) deh…”. Waktu kopdar pun pesertanya sudah mencapai 3000-an orang. Jadi kalau sempat ada yang komplain mengenai tempat kopdar yang mengandung kata “beer” itu, sebabnya adalah karena satu-satunya tempat yang sanggup menampung potensi pengunjung yang sebanyak itu, ya cuma tempat itu. Saya sudah keliling berbagai tempat tapi nggak nemu tempat lain.

 

 

 

Berita Palsu yang Bertebaran di Media Sosial Bagian 3

Di Indonesia, @maspiyungan dan @ condetwarriors—akun anonim yang tengah diawasi polisi—menggambarkan kon?ik Suriah sebagai perang penganut dua aliran besar dalam Islam, yakni Sunni (pemberontak) dan Syiah (kubu pemerintah Bashar al-Assad). Portalpiyungan. co mengutip berita-berita yang menggambarkan kebiadaban tentara pemerintah. ”Ini bisa memantik perpecahan di Indonesia,” kata Ismail.

Menurut A.M. Sidqi, pejabat Konsuler merangkap pejabat Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Indonesia di Suriah, konflik Suriah tak bisa disederhanakan hitam-putih perang dua aliran itu. ”Perang Suriah karena konflik Sunni-Syiah adalah hoax,” ujarnya kepada Reza Maulana dari Tempo. ”Kepala negara Suriah sudah lama beraliran Alawi yang dekat ke Sunni. Kenapa baru ramai sekarang?”

Berita Palsu yang Bertebaran di Media Sosial Bagian 2

Portal dia masuk indeks pertama dengan jumlah kunjungan satu juta dan pageviewer mencapai 300 ribu untuk 50-70 berita ”salin-tempel” dalam sehari. Pemuda 25 tahun asal Padang ini menolak tudingan menyebarkan sentimen anti-Cina dengan berita-berita pelintiran di situsnya, tapi mengakui banyak memuat komentar tokoh yang mengkritik hegemoni etnis Cina dalam bidang ekonomi.

Ia berterus terang mendukung Prabowo Subianto, rival Jokowi, dalam pemilihan presiden lalu. Selain menggoreng simpang-siur berita pekerja Cina, media sosial gaduh membahas konflik Suriah yang sudah berlangsung enam tahun ketika pemerintah merebut Kota Allepo dari pemberontak. Dalam analisis Ismail Fahmi, ada dua tanda pagar yang bersahutan pada 12-19 Desember 2016: #SaveAleppo dan #AleppoSaved.

Berita Palsu yang Bertebaran di Media Sosial

PORTAL posmetro.co juga paling aktif menggarap isu pekerja asal Cina. Portal ini metamorfosis dari posmetro.info, singkatan dari Posting Mahasiswa Elektro, pada 2015. Pemiliknya, Abdul Hamdi Mustafa, adalah mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Padang angkatan 2010. Ia awalnya membuat blog itu karena suka menulis.

Hamdi menyatakan banyak portal lain, seperti www.intelijen.co.id, yang ia salin isinya. ”Kami copy-paste saja,” ujarnya Rabu pekan lalu. Sebelum menayangkan berita milik media lain itu, Hamdi dan empat temannya memodifkasi judulnya sehingga menarik perhatian pembaca. Hamdi mengaku terinspirasi pkspiyungan.org yang acap mengkritik pemerintah dan disukai penghuni media sosial. Kunjungan terbanyak ke posmetro.co terjadi saat demonstrasi 4 November 2016. Pada Oktober-November 2016, Hamdi mendapat Rp 30 juta per bulan dari Google AdSense.

Berpartner Baik Dengan Maryam

sat-jakarta.com – Ditemui di rumahnya, di kawasan Bintaro, Setiana Dewi hatinya, Salah satunya alasan ia tidak menggunakan jasa Maryam Nusaibah Abdullah (26) bercerita banyak tentang buah (6 bulan). Oki babysitter meskipun sibuk berkegiatan di luar rumah. “Saya ini pencemburu, tidak mau kalau ada orang lain yang mengasuh orang yang saya sayangi,” ungkap pemeran Ana dalam film “Ketika Cinta Bertasbih” ini. Lebih baik ia bekerja sama dengan sang suami, Ory Vitrio (34), dan ibunya untuk mengasuh Maryam. “agar Maryam juga dekat dengan Babah dan Umma -nya,” ujar Oki.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Mungkin kedekatan itu yang membuat Maryam bisa dijadikan partner yang baik di segala aktivitas sang mama. Menurut Oki, sejak di kandungan hingga saat ini, Maryam tak pernah merepotkan. Bahkan ketika Oki mengisi acara keagamaan di berbagai tempat, Maryam selalu tenang. “Maryam, Umma akan ceramah dulu ya, kamu tenang disitu dan dengerin juga ya!” kata Oki dalam menirukan kalimat yang dia katakan kepada Maryam pada waktu masih di dalam kandungan.

Sampai sekarang pun demikian, setiap kali Oki mempersiapkan diri untuk memberikan ceramah dan menghafal ayat-ayat Alquran, Oki selalu mengajak Maryam. Ia akan bilang, “Umma menghafal ayat Alquran ya. Yuk kita sama-sama menghafal,” ujar pengisi acara “Islam Itu Indah” di Trans TV ini. Maryam pun tenang di samping Oki. Rencananya, selama Ramadan Oki akan memperdengarkan lebih banyak alunan ayat Alquran termasuk doa-doa kepada Maryam, dan sesekali ia akan mengajaknya salat di masjid.

Meski si kecil belum paham, tetapi semua itu bisa dikenalkan sejak sedini mungkin. Bagaimana dengan berpuasa? Tentu, si kecil bisa dilibatkan. Ah, Oki jadi teringat pada pengalaman berpuasa tahun lalu. “Saya sangat percaya diri dalam hal menjalankan ibadah puasa padahal kondisi pada saat itu sedang hamil muda. Dokter bilang kondisi kehamilan bagus, saya pun berpuasa full hingga magrib,” ungkap penulis Hijab I’m In Love ini.

Namun, Oki tidak bisa berpuasa selama empat hari karena muntah dan harus minum untuk mengganti cairan yang keluar. Di Ramadan kali ini, Oki yang masih menyusui Maryam akan terus memantau kondisi dirinya. Jika memungkinkan, ia bertekad tetap berpuasa. “Tetapi karena sedang menyusui, saya tidak akan memaksakan,” tandas artis Pendatang Baru Terfavorit pada ajang Indonesia Movie Awards 2010 ini.

Pedho Gongso ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Pedho Gongso ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan: 5 ekor ikan asin peda 8 btr bawang merah, iris 6 siung bawang putih, iris 3 bh tomat hijau, potong-potong 3 bh cabai hijau besar, potong 11 bh cabai rawit, belah dua 250 ml santan kental, dari 1/4 butir kelapa 1 sdt gula pasir 1/2 sdt kaldu ayam bubuk

Cara Membuat: 1. Rendam ikan asin peda di dalam air panas 5 menit. Ambil dagingnya. Potong kotak kotak kecil. Goreng di atas api sedang sampai hampir kering. 2. Tumis bawang putih, bawang merah, serta cabai hingga harum. 3. Masukkan tomat hijau. Aduk sampai layu. Tuang santan. Aduk sampai mendidih. 4. Tambakan potongan ikan peda. Aduk rata. Bubuhi gula pasir dan kaldu ayam bubuk. Aduk rata. Masak menggunakan api kecil sambil sesekali diaduk hingga meresap.

Walangan by rebornmind.org

Bahan: 200 gr ubi putih, parut sawut 1/4 sdt garam 4 sdm gula pasir 1/2 sdt garam 500 ml minyak goreng

Cara Membuat: 1. Panaskan minyak kemudian masukkan gula pasir. Aduk sesekali sampai gula kecokelatan. 2. Masukkan parutan ubi. Goreng sambil diaduk sampai cokelat keemasan dan agak menggumpal. Angkat. 3. Selagi panas cetak ubi dengan ring diameter 4 cm tinggi 3 cm. Biarkan dingin.

Bitterbalen Krispi by revogayahidup.com

Bahan: 50 gr margarin 2 siung bawang putih, cincang 2 butir bawang merah, iris 2 bh wortel potong, kotak-kotak kecil 50 gr kornet 80 gr tepung terigu protein sedang 200 ml susu cair 50 gr keju potong kotak kecil 1 btg daun bawang, iris 1/2 sdt gula pasir 1 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1 btr telur 50 gr tepung roti 500 ml minyak, untuk menggoreng

Cara Membuat: 1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan wortel. Aduk sampai layu. Tambahkan kornet. Aduk rata. 2. Tambahkan tepung terigu. Aduk sampai berbutir. Tuang susu cair dengan cara sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga licin. 3. Bubuhi gula pasir, garam, dan merica bubuk. Aduk rata. 4. Tambahkan keju dan daun bawang. Aduk rata. Angkat. 5. Ambil sedikit adonan. Bentuk bulat. 6. Gulingkan di atas tepung panir. Celupkan ke dalam telur. Gulingkan lagi di atas tepung panir. 7. Goreng menggunakan minyak yang telah dipanaskan hingga kuning kecokelatan.

Tahu Walik Aci

Bahan: 10 bh tahu pong, kerat sedikit, balik tahu 10 sdm tepung tapioka 3 sdm tepung terigu 1/2 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1/2 sdt kaldu bubuk 100 ml air 1 bh bawang merah, haluskan 1 btg daun bawang, iris tipis 500 ml minyak, untuk menggoreng

Baca juga : Catering Pernikahan Jakarta

Cara Membuat: 1. Campur tepung tapioka, tepung terigu, garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk sampai rata. 2. Didihkan air. Tuang air dan bawang merah di atas campuran tepung, sedikit-sedikit sambil diaduk sampai rata. Tambahkan daun bawang. Aduk sampai menyebar. 3. Sendokkan adonan ke dalam tahu yang sudah dibalik. 4. Goreng di dalam minyak panas sampai kecokelatan.

Kopi & Susu Unta Di Dubai

Bila sedang berkunjung ke Dubai, cobalah mengunjungi kafe-kafe kecil di sana, seperti Mama Tani, Bikers’ Café, atau Klayya Bakery. Di kafe ini tersedia hidangan lokal seperti secangkir kopi dengan susu unta yang disajikan bersama khameer (sejenis roti khas yang ditaburi wijen).

Haggis, Perut Domba Isi Jeroan Berbumbu

Siapa tahu suatu saat Sajiers punya kesempatan mampir ke Skotlandia. Sesampainya di sana, jangan lupa mencicipi haggis, makanan khas atau tradisional yang sangat unik, terutama dilihat dari proses memasaknya. Haggis terbuat dari bahan perut domba yang telah dikosongkan lalu dicuci. Perut domba lalu diberi bahan isi berupa olahan jeroan (jantung, paru-paru, dan hati) domba yang dibumbui garam, tepung, dan kaldu. Selanjutnya, haggis dimasak selama beberapa jam.

Sup Kalajengking Super Enak

Percayalah, saat berkunjung ke Tiongkok, Sajiers tak hanya akan menemukan semangkuk sup ayam saja. Di negara ini, juga bisa dengan mudah ditemukan sup kalajengking, lo! Sajian ini memang terlihat seram, namun siapa sangka bila rasanya ternyata sangat enak, menurut sebagian orang yang pernah mencobanya. Nah, apakah Sajiers berani mencoba sajiam sup ekstrem ini?

Aturan Ketat Mengolah Ikan Buntal

Ikan buntal alias fugu, adalah satau satu masakan khas yang sering disajikan di Jepang. Namun ketika menikmatinya, perlu hati-hati karena ikan ini terkenal beracun. Untuk mengolahnya, di Jepang bahkan sampai dikeluarkan undang-undang yang ketat dalam proses memasaknya.

IMPOR IKAN MENTERI SUSI

IMPOR IKAN MENTERI SUSI

BELUM terlalu lama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan produksi ikan secara nasional berlimpah. Sejak pemerintah bersikap tegas menangkap dan menenggelamkan kapal ilegal di perairan Indonesia, produksi dan ekspor ikan tak lagi kalah dibanding negara-negara tetangga. Ironisnya, kementerian ini pekan lalu justru mengumumkan telah membuka izin impor ikan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan ikan. Defisit pasokan ikan yang kontradiktif dengan jumlah ikan di laut yang berlimpah menunjukkan ada yang salah selama ini. Sebagai negeri dengan dua pertiga luas wilayah berupa laut, Indonesia semestinya mampu mencukupi kebutuhan konsumsi dan industrinya sendiri. Impor ikan tertentu yang tak ada di perairan Nusantara memang diperlukan.

Tapi sangat aneh jika, misalnya, Bitung, Sulawesi Utara, yang selama ini dikenal sebagai Kota Cakalang, harus memenuhi kebutuhan industri pengolahannya dengan cara mengimpor cakalang. Angka-angka yang disodorkan Kementerian tentang izin pemasukan hasil perikanan atau impor ikan untuk sepuluh jenis komoditas memperlihatkan bahwa total izin impor selama Januari-April tahun ini mencapai volume yang tinggi: 86 ribu ton. Secara umum, Kementerian menyebutkan impor ikan hanya 2,1 persen dari total produksi nasional. Menurut Kementerian, kebijakan impor ini merupakan solusi jangka pendek. Pangkal soalnya adalah belum siapnya sistem rantai dingin pasokan bahan baku untuk menampung produksi ikan yang berlimpah. Tanpa sistem gudang pendingin, ikan tangkapan tak bisa dipasok ke pusat pengolahan yang tersebar dan berjarak jauh dari daerah produksi ikan. Untuk mengejar kebutuhan gudang pendingin, Menteri Susi pada awal tahun lalu telah mengizinkan pengusaha asing memiliki hingga 100 persen saham perusahaan gudang pendingin. Tapi kebijakan itu tak mampu mengejar kebutuhan industri. Semangat Menteri Susi membasmi pencurian ikan selayaknya dibarengi dengan perbaikan sistem secara menyeluruh.

Kebijakan moratorium kapal eks asing dan larangan bongkar-muat hasil tangkapan ikan di tengah laut, misalnya, patut dipuji karena telah memotong mata rantai pencurian ikan. Selama ini, transshipment dipakai para pencoleng sebagai dalih untuk membawa kabur hasil tangkapan. Larangan terhadap praktek ini memaksa penangkap ikan membawa hasil tangkapannya ke darat sesuatu yang diharapkan dapat menumbuhkan industri olahan. Tapi ekses larangan membuat repot nelayan. Dengan kebijakan itu, mereka yang mencari ikan hingga ke tempat yang jauh harus pulang ke darat dulu untuk bongkar-muat sesuatu yang memakan waktu dan biaya. Pemerintah tampaknya perlu segera memperbanyak kapal penjemput agar larangan transshipment tidak menjadi bumerang bagi industri perikanan nasional. Pemerintah harus konsisten menjaga laut: mencabut larangan transshipment seperti diusulkan sebagian pengusaha hanya akan menyenangkan para pencoleng. Bersikap tegas dalam penegakan hukum di laut, Menteri Susi tak boleh mengabaikan keberlangsungan industri. Keduanya harus berjalan beriringan. Para pembantu Menteri yang selama ini memiliki perhatian penuh pada praktek tata kelola pemerintahan yang baik harus diperkuat. Mereka patut mendapat perspektif lain tentang bagaimana memberi solusi jangka panjang pada terjaminnya pasokan ikan untuk kebutuhan konsumsi dan industri.

Website : kota-bunga.net

EMPAT POLISI SAKSI KUNCI

EMPAT POLISI SAKSI KUNCI

SANGAT menyedihkan bila polisi justru memberi contoh buruk dalam proses penegakan hukum. Seorang ajudan dan tiga pengawal Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman yang sudah dua kali menolak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi itu memperburuk citra Korps Bhayangkara: menambah panjang barisan penegak hukum yang justru tidak taat hukum. KPK akan memeriksa keempat polisi sebagai saksi kasus Doddy Aryanto Supeno, Direktur PT Dunia Kreasi Keluarga, yang disangka menyuap Sekretaris dan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution. Dari penangkapan Doddy dan Edy pada 20 April lalu, KPK menduga kasus ini ada kaitannya dengan Nurhadi.

Dugaan ini semakin kuat setelah dalam penggeledahan kantor dan rumah Nurhadi ditemukan tiga koper berisi uang Rp 1,7 miliar dan dokumen daftar perkara. Kesaksian empat polisi itu sangat penting. Merekalah kunci untuk membuka dugaan keterlibatan Nurhadi. Empat polisi itu bertugas menjaga rumah Nurhadi. Kalau benar dugaan bahwa Doddy Aryanto berkunjung ke rumah Nurhadi, tentu ajudan dan pengawal Nurhadi itu mengetahui kejadian tersebut. Sampai akhir pekan lalu, Nurhadi mengaku tak mengenal Doddy dan tak terlibat rasuah. KPK jelas memerlukan keterangan empat polisi itu untuk menguji kebenaran kesaksian Nurhadi. Seandainya Nurhadi kelak terbukti pernah menerima seorang tersangka seperti Doddy di rumahnya, itu jelas masalah yang lebih serius dari sekadar pelanggaran etika.

Soalnya, Surat Edaran Ketua Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2010 tentang aturan penerimaan tamu jelas melarang aparat pengadilan menerima tamu dari pihak atau yang berkepentingan dengan suatu perkara yang belum, sedang, atau sudah diperiksa dan diputus. Aturan yang ditujukan kepada aparat pengadilan itu seharusnya tidak mengecualikan semua pejabat Mahkamah Agung—lembaga yang mengeluarkan surat larangan itu. Semua dugaan pelanggaran ini memang perlu pembuktian. KPK mesti lebih gigih mencari bukti dan kesaksian, apalagi terlihat jelas usaha untuk mempersulit pengusutan kasus ini. Royani, anggota staf Panitera Mahkamah Agung yang selama ini menjadi sopir Nurhadi, tiba-tiba seperti lenyap ditelan bumi ketika KPK memanggilnya sebagai saksi. Empat polisi yang bertugas mengawal Nurhadi juga tak lagi berada di Jakarta dan rupanya dipindahtugaskan ke Poso, Sulawesi Tengah, pada akhir Mei lalu. Padahal surat panggilan untuk mereka sudah diserahkan penyidik KPK kepada Kepala Kepolisian RI, Kepala Brimob, dan dititipkan kepada Nurhadi, pada pertengahan Mei. Pemindahan empat polisi itu jelas bukan kebetulan semata.

Tak mungkin juga para pejabat tinggi kepolisian tidak mengetahui bahwa KPK sedang meminta empat polisi itu bersaksi. Kepolisian perlu secepatnya menghadirkan keempat polisi agar tidak terkesan merintangi jalannya pemeriksaan kasus ini. Jangan sampai KPK harus “menjemput paksa”. Mereka bisa kena pasal tindak pidana bila kelak juga menolak bersaksi di pengadilan. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur, orang yang menolak panggilan sebagai saksi perkara pidana di pengadilan bisa dikenai hukuman penjara paling lama sembilan bulan. Dengan memerintahkan empat polisi itu bersaksi, kepolisian sesungguhnya berkesempatan membantu KPK memberantas dugaan adanya ”mafia” di Mahkamah Agung. Tapi, bila terbukti kepolisian sengaja meminta keempatnya menghindar dari pemeriksaan hukum, itu saja sudah merupakan pelanggaran hukum yang serius.