Masker Tepat Saat Bencana Asap

Hampir di tiap tahun hutan yang ada di Indonesia dilanda kebakaran, terutama pada musim kemarau. Begitu pun tahun ini, kembali terjadi kebakaran hutan yang luas dan masih berlangsung sampai hari ini. Asap kebakaran hutan tentu berdampak pada berbagai sektor kehidupan, salah satunya yang terpenting adalah masalah kesehatan.

Baca juga : Kursus Bahas Jerman di Jakarta

Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan (kayu dan bahan organik lain) mengandung campuran gas, bahan kimia, dan partikel akibat pembakaran yang tidak sempurna. Banyak sekali penelitian membuktikan, bahan-bahan yang ada di dalam asap kebakaran hutan tersebut bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dalam jangka waktu yang cepat (akut), asap kebakaran hutan bisa menyebabkan iritasi selaput lendir hidung, mata, tenggorokan.

Kondisi ini menimbulkan gejala berupa mata perih dan berair, hi dung berair, dan rasa tidak nyaman di tenggorokan, mual, sakit kepala, serta memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dari data penelitian yang telah dilaporkan, beberapa masalah kese hatan yang timbul antara lain: sakit kepala (40—59%) dan mata merah serta berair (kurang lebih 50%).

Selain itu, terjadi peningkatan kasus ISPA sebesar 1,8—3,8 kali pada daerah yang terkena bencana asap kebakaran periode yang sama pada tahun sebelumnya, juga terjadi peningkat an ISPA sebesar 12%. Adapun kelompok masyarakat yang rentan terhadap asap kebakaran hutan adalah orang tua, ibu hamil, anak-anak, serta orang dengan penyakit jantung dan paru sebelumnya (seperti: asma dan penyakit paru obstruktif kronik/PPOK).

Pola Hidup Sehat

Tentunya, penggunaan masker tetap harus dibarengi dengan pencegahan primer seperti menjalani pola hidup sehat. Berikut tip melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, yaitu: ¦ Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. ¦ Hindari aktivitas di luar rumah, terutama untuk mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

¦ Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung agar menggunakan masker. ¦ Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering. ¦ Untuk mereka penderita gangguan paru dan jantung, mintalah nasihat dokter untuk perlindungan tambahan sesuai dengan kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat jika sudah mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain. ¦ Upayakan agar polusi yang berada di luar tidak bisa masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya.

¦ Tempat air minum dan makanan harus sudah terlindung baik. ¦ Cuci buah-buahan sebelum dikonsumsi. Masak bahan makanan dan minuman hingga benarbenar matang. ¦ Salah satu upaya mengendalikan asap yang sudah masuk rumah, menurut Menkes, adalah melapisi dinding-dinding rumah kayu dengan kain, dapat juga dengan meletakkan baskom berisi air untuk menampung PM (Particulate Matter) di dalam rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *